Kamis, 08 Juli 2021

Sebuah Perpaduan Sempurna


Keluaran 34:7 (TB)  yang meneguhkan kasih setia-Nya kepada beribu-ribu orang, yang mengampuni kesalahan, pelanggaran dan dosa; tetapi tidaklah sekali-kali membebaskan orang yang bersalah dari hukuman, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya dan cucunya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat." 

Kasih Tuhan begitu besar atas kita, namun bukan berarti keadilan-Nya diabaikan. Dia pengasih, tetapi tetap adil. Kasih-Nya berkawan dengan keadilan. Kasih-Nya berjalan beriringan dengan keadilan-Nya. Keduanya bahkan tidak bisa dipisahkankan satu sama lain. Hari ini, melalui Keluaran 34:4-7, kita akan belajar bagaimana kasih berjalan beriringan dengan keadilan.

Pada saat bangsa Israel terjebak pada penyembahan berhala (Kel. 32), TUHAN menunjukkan kasih sekaligus keadilan-Nya kepada mereka. Dia sempat akan membinasakan seluruh bangsa Israel (32:9-10), tetapi Dia akhirnya menyesali rencana itu (32:11-14). Tiga ribu orang Israel memang dihukum mati (32:28), tetapi sisanya tetap diantar TUHAN ke tanah perjanjian (32:33-34). TUHAN memang hanya akan mengutus seorang malaikat untuk menuntun perjalanan bangsa Israel selanjutnya (33:1-3), tetapi Dia juga yang akhirnya memilih untuk berjalan bersama mereka (33:15-17, NLT “If you don’t personally go with us, don’t make us leave this place”).

Singkatnya, TUHAN selalu menunjukkan kepada bangsa Israel betapa Dia tidak ingin kekudusan-Nya diremehkan dan dilanggar. TUHAN tidak bisa berkompromi ketika kekudusan-Nya dinodai oleh manusia. Tidak heran jika Ia bangkit membela kekudusan-Nya dan hendak membasmi orang-orang Israel. TUHAN adalah Pribadi yang adil. Dia tidak “peduli” dengan dosa manusia. Kesalahan menunut hukuman. Apabila TUHAN tidak memberitahu fakta ini kepada Musa, maka bangsa Israel mungkin akan memahami pembatalan pembinasaan itu sebagai sesuatu yang biasa (take it for granted) dan tidak kunjung memahami seberapa fatalnya dosa mereka. Keadilan-Nya menuntut adanya teguran keras, bahkan hukuman. Bagaimanapun, kasih-Nya tidak pernah gagal mengiringi keadilan itu. TUHAN melunakkan hati-Nya sendiri demi menunjukkan kasih-Nya.

Hal ini jugalah yang digenapi oleh Kristus. Setiap dosa kita berbuahkan hukuman dan kematian, namu karena begitu besar kasih-Nya, Dia memberikan Anak-Nya sebagai pengganti kita untjk menerima hukuman dan kematian itu. 

"Hukuman dan kasih merupakan perpaduan yang sempurna"

Rabu, 07 Juli 2021

Bersyukurlah Ketika Ditegur


Yesaya 5:10 "Sebab kebun anggur yang luasnya sepuluh hari membajak akan menghasilkan hanya satu bat anggur; dan satu homer benih akan menghasilkan hanya satu efa gandum."
  
_Banyak orang berpikir hidup dalam penderitaan atau kesengsaraan adalah takdir Tuhan.  Benarkah demikian?_  

_Alkitab menyatakan Tuhan tidak pernah merancang kecelakaan atau hari depan yang suram bagi umat-Nya, tapi rancangan Tuhan adalah rancangan damai sejahtera dan hari depan yang penuh harapan._  

*Mengapa penderitaan seringkali terjadi dalam hidup orang percaya?* 

_Penderitaan bisa terjadi akibat dosa dan pelanggaran, karena itu Tuhan perlu menegur dan memperingatkan._  

_Penderitaan juga bisa terjadi sebagai proses yang Tuhan ijinkan untuk mendewasakan iman.  Bersyukurlah jika kita ditegur dan diperingatkan Tuhan melalui penderitaan atau kesengsaraan, bukti Tuhan masih mengasihi kita dan menganggap kita anak-Nya._  

*_"Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya; karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak."  (Ibrani 12:5-6)._* 

_Di balik penderitaan atau kesengsaraan Tuhan hendak mengingatkan kita agar dalam segala hal kita senantiasa mengandalkan Dia, bukan mengandalkan kekuatan sendiri atau sesama._ 

_Seberat apa pun penderitaan yang kita alami, kalau kita senantiasa mengandalkan Tuhan, kita pasti mampu melewati, sebab:_  *_"Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku."  (Filipi 4:13)._*

"...berbahagialah manusia yang ditegur Allah;  ...janganlah engkau menolak didikan Yang Mahakuasa. Karena Dialah yang melukai, tetapi juga yang membebat; Dia yang memukuli, tetapi yang tangan-Nya menyembuhkan pula."Ayub 5:17-18

Selasa, 06 Juli 2021

🌼Mazmur 116:5 🌼 TUHAN adalah pengasih dan adil, Allah kita penyayang.

Tak diragukan lagi bahwa Allah kita penuh kasih dan keadilan💖. Kasih dan keadilan yang dari pada Tuhan Allah kita tidak dapat dipisahkan atau selalu berdampingan🌝 Peristiwa bukti dari kasih dan keadilan Allah yang nyata☺️ dan ajaib 💦adalah peristiwa  di kayu salib✝️ . Peristiwa ini menjelaskan semua nya apa status kita di hidup Allah menurut 💫Yohanes 3:16💫 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.💫Nah🥺 untuk menjelaskan maksud dari ayat ini, saya akan menceritakan sebuah cerita singkat 👍🏾👍🏾👍🏾 Pada Zaman  Dahulu ada sebuah kerajaan yang  Sejahtera 😹dimana rakyat dan alam sekitar selalu menawarkan kebahagiaan 🤗.Dibalik semua itu kerajaan tersebut dipimpin oleh raja yang adil dan bijaksana .  Dimana  peraturan tersebut membuat rakyat kerajaan tersebut menjadi Salah satu peraturan yang paling bijaksana adalah menghukum mati🙈 setiap orang  yang berbuat dosa seperti mencuri , membunuh , berkelahi dan lain  lain .Sehingga akan hal ini rakyat kerajaan takut dan tunduk .😚Pada Suatu hari Ratu dari kerajaan tersebut kehilangan cincin emas kesayangan💍 nya Raja   pun mengerahkan pasukannya  🪖dan mata mata 👀untuk mencari siapa pencuri tersebut. Karena sang  Raja  membenci penghianat tersebut😤dan beberapa bulan kemudian,terkuak lah siapa pencuri tersebut dan sesuai kebijakan ,Maka dihukum matilah pencuri itu .Saat melakukan hukuman mati tersebut raja ingin melihat pencuri itu ,ia pun membuka selubung wajah nya Betapa terkejutnya raja ketika melihat pencuri tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah anaknya sendiri🙄. Semua orang pun terkejut 😟dan bertanya-tanya 😧tentang apa yang akan dilakukan oleh raja bijaksana🤴 tersebut.

Apakah ia akan menghukum mati anaknya yang sangat dikasihinya atau melepaskan anaknya dari hukuman? Tapi bukankah melepaskan anaknya berarti membatalkan hukum yang berlaku dan membuat raja yang bijaksana tersebut mengingkari perkataannya😕. Apa yang akan dikatakan warga jika raja tersebut memutuskan untuk melepaskan anaknya? Raja tidak adil 😠 Bagaimana dengan kita yang hadir saat ini? Jika kita ada di posisi sang raja, apakah kita akan melepaskan anak kita  atau  apa pun itu sesuatu yang berharga lainnya karena kasih atau tetap bertindak atas dasar keadilan? Apa yang dilakukan sang raja yang bijaksana tadi?🙄

Raja tersebut turun dari takhta kerajaannya😰 dan melepaskan mahkota kerajaan dari kepalanya kemudian berjalan menuju tempat pembantaian dan turun menggantikan anaknya yang akan dihukum mati.🥺

Dahsyat dan luar biasa! Seperti itulah Allah 💫menyelamatkan manusia yang berdosa dalam kasih💖 dan keadilan-Nya👑. Kitalah yang seharusnya digantung di kayu salib karena dosa dan pelanggaran kita🥀. Tapi kasih Allah begitu besar sehingga Ia mengutus Yesus Kristus Tuhan kita untuk menggantikan kita di kayu salib.✝️🤧

Apakah kita masih akan bermasa bodoh dengan kehidupan kita? Apakah kita masih memandang rendah pengorbanan Tuhan Yesus di atas salib? Darah-Nya mengalir untuk keselamatan  kita☺️. Ketahuilah betapa berharganya hidup setiap kita di mata-Nya😊 sehingga Ia rela mati bagi kita. Karena itu, kita harus selalu berusaha BERKENAN😍 kepada-Nya.

Apa pun yang kita perbuat tidak bisa membalas kebaikan Yesus 🌼.Tidak ada satupun perbuatan baik yang bisa membawa kita ke Surga🏞️ selain darah Yesus🥺. Banyak yang sengaja hidup tidak berkenan karena tahu bahwa kasih Allah itu sungguh amat luar biasa 💫untuk manusia. Allah adalah kasih dan berlimpah kasih sayang❣️. Memang benar dan sangat benar. Tapi kita juga harus melihat Allah dari segi keadilan-Nya.

Allah memiliki kasih yang berlimpah dan tidak terbatas💦. Tapi jangan lupakan tentang keadilan Allah🌝. Apakah Allah yang kudus 🕊️dan adil dapat mendustai diri-Nya sendiri? Tidak! 😏Karena itu, kita tidak boleh menjadikan kasih Allah🤴 sebagai kesempatan untuk berbuat DOSA.

Senin, 05 Juli 2021

Percayalah Bahwa Tuhan Baik


Nahum 1:7
_TUHAN itu baik; Ia adalah tempat pengungsian pada waktu kesusahan; Ia mengenal orang-orang yang berlindung kepada-Nya_ 

Selain berisi peringatan keras dari Allah kepada para pelaku kejahatan, Nahum juga merupakan kabar baik bagi orang-orang yang menaatinya. Kabar baik (kegembiraan) ini sesuai dengan nama "Nahum", yang berarti sukacita. 

Dalam Kitab Nahum, dikatakan Tuhan sebagai tempat perlindungan dan hakim. Tuhan itu baik, Dia adalah tempat perlindungan dalam kesulitan dan dikatakan juga, "Dia melenyapkan orang-orang yang bangkit untuk menyerang dia, dan mengusir musuh-musuhnya ke dalam kegelapan" (1:8). Tuhan adalah tempat pengungsian kita pada waktu kita mengalami penderitaan. Tuhan tidak sama seperti kebanyakan manusia, yang hanya mau berhubungan baik saat keadaan sedang sukacita. Tuhan menyediakan rumah-Nya, bahkan bersedia menjadikan diri-Nya sendiri sebagai kota benteng, tempat perlindungan bagi kita pada waktu kesusahan, asalkan kita mau datang mendekat kepada-Nya.

Banyak orang hanya mengetahui satu aspek dari cara Tuhan berurusan dengan umat manusia, tetapi tidak mengetahui yang lainnya. Mereka berpikir bahwa Tuhan itu suci dan hanya ingin menghukum kita, atau Tuhan itu baik dan hanya ingin menunjukkan kebaikan. Faktanya, Tuhan adalah hakim dan tempat perlindungan. Kalau keadaan kita saat ini tidak baik-baik saja bahkan seolah-olah kita tertimpa masalah yang berat, jangan menyerah dan berputus asa, sebab Tuhan sanggup mengangkat beban hidup kita, asal kita tetap setia dan taat kepada-Nya. _"Sekarang, Aku akan mematahkan gandarnya yang memberati engkau, dan akan memutuskan belenggu-belenggu yang mengikat engkau."_ (Nahum 1:13).

Sabtu, 03 Juli 2021

Kasih dan Keadilan Tuhan


Roma 3:23-26 (TB)  Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah😢, dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus😇. Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya✨. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya😊. Maksud-Nya ialah untuk menunjukkan keadilan-Nya pada masa ini, supaya nyata, bahwa Ia benar dan juga membenarkan orang yang percaya kepada Yesus.💕


Rancangan karya keselamatan Tuhan Yesus melalui penebusan oleh Yesus Kristus di atas kayu salib adalah untuk menyelamatkan kita dari hukuman kekal akibat pelanggaran kita✝️. Penebusan ini menyatakan kasih serta keadilan Allah kepada kita umat manusia👍. Tanpa penebusan, tak ada harapan bagi manusia untuk terlepas dari belenggu dosa💔. Dengan cara apapun atas usaha manusia / kita, tidak dapat menanggung semua dosa dan pelanggaran yang kita lakukan😢

Allah itu kasih tertulis dalam 1 Yohanes 4:8
1 Yohanes 4:8 (TB)  Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih 😍: sehingga Ia ingin mengampuni orang berdosa. Akan tetapi, kekudusan membuat Ia harus menghukum dosa dan menegakkan hukum-Nya yang benar😇. Kasih dan keadilan Allah dinyatakan dalam diri Yesus Kristus yang menanggung murka Allah di atas kayu salib✝️ untuk menebus dosa dunia, Ia dengan sempurna memenuhi tuntutan hukum Allah dan dengan sempurna mengungkapkan kasih Allah.🤩

Korban persembahan (binatang) dalam perjanjian lama tidak dapat menghapus dosa; tetapi ketika Tuhan Yesus mati✝️, pengorbanan-Nya menghapus dosa semua umat manusia🥰. Sungguh, kasih Allah yang ajaib itu di luar batas pemikiran manusia!☺️ Tidak ada sesuatu pun dalam diri kita yang membuat kita pantas menerima keselamatan dari Allah, sehingga tidak ada dasar bagi kita untuk bermegah karena semua itu adalah kasih karunia😇 (Efesus 2:8-9)!

*Roma 3:25a*
“Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya🥙. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya🥰, …”

Jumat, 02 Juli 2021


Mazmur 11 : 7
Sebab Tuhan adalah adil dan Ia mengasihi keadilan ; orang yang tulus akan memandang wajahNya

  Albert Einstein🥸, seorang ilmuan terkenal pernah berkata orang lemah akan membalas dendam, orang kuat akan memaafkan, dan orang cerdas akan mengabaikan💐. Itulah yang sebenarnya terjadi dalam kehidupan saat ini🍂. Ketika orang lain menghina dan merendahkan kita, seringkali kita menjadi orang lemah yang akan membalaskan dendam😡. Karena disatu sisi hati kita berontak atas tuduhan yang dilontarkan😖. Namun, tidak dipungkiri ada juga orang cerdas yang mememilih mengabaikan😌. Hanya saja yang kita pertanyakan adalah apakah dia benar-benar mengabaikan karna berpikir tidak penting atau memang tidak peduli akan sesama?🤔. Dan harapannya memang orang Kristen mampu menjadi orang-orang yang kuat dengan saling memaafkan☺️.
  Dari semua tipe orang yang telah disebutkan diatas, Tuhan adalah Tuhan yang kasih dan adil☔. Hal ini dapat kita lihat ketika Tuhan Allah memperlakukan orang Israel🍒. Dalam perjalanan menuju tanah perjanjian, Tuhan pernah memusnahkan sebagian dari mereka karena pelanggarannya🗡️. Tapi Sebagian lagi Tuhan tuntun sampai ke tanah perjanjian🫐. Artinya Tuhan memberikan kita kebebasan yang teratur🤩. Saat kita melakukan pelanggaran, kita sesekali akan mendapat upah dari pelanggaran tersebut🥳. Namun, kasih dan janji Tuhan akan tetap digenapinya🥰. Untuk itu marilah belajar untuk berlaku adil tetapi tetap berlandaskan kasih🍉.

Kamis, 01 Juli 2021

Allah yang Pengasih serta Adil

"Allah adalah kudus secara adil dan adil secara kudus. Keadilan-Nya terlihat di dalam kasih-Nya dan kasih-Nya terpancarkan secara adil. Bukti paling sempurna dan paling jelas tentang bagaimana kasih dan keadilan Allah bertemu adalah pada kayu salib Yesus Kristus"
   Roma 3:24-26

TUHAN selalu menunjukkan kepada bangsa Israel betapa Dia tidak ingin kekudusan-Nya diremehkan dan dilanggar. TUHAN tidak bisa berkompromi ketika kekudusan-Nya dinodai oleh manusia. Tidak heran jika Ia bangkit membela kekudusan-Nya dan hendak membasmi orang-orang Israel. TUHAN adalah Pribadi yang adil. Dia tidak “peduli” dengan dosa manusia. Kesalahan menunut hukuman. Apabila TUHAN tidak memberitahu fakta ini kepada Musa, maka bangsa Israel mungkin akan memahami pembatalan pembinasaan itu sebagai sesuatu yang biasa dan tidak kunjung memahami seberapa besarnya dosa mereka. Keadilan-Nya menuntut adanya teguran keras, bahkan hukuman. Bagaimanapun, kasih-Nya tidak pernah gagal mengiringi keadilan itu. TUHAN melunakkan hati-Nya sendiri demi menunjukkan kasih-Nya.

Hal mengasihi dengan benar bukan hanya merupakan sesuatu yang sulit dilakukan, namun juga menjadi tantangan yang besar. Pada Saat kematian Tuhan Yesus di kayu salib Ia menunjukkan kepada kita bahwa Dia adalah Tuhan yang Pengasih serta Adil.Di kehidupan kita tidak sulit untuk membuktikan hal ini.mari kita lihat keluarga kita,ayah,ibu,kakak,adik yang serumah dengan kita,sudahkah kita mengasihi mereka dengan benar?jika kita benar benar mengasihi mereka kita juga harus adil ketika mereka membuat suatu kesalahan,misal adik kita berkelahi dengan temannya kita tau bahwa aduk kita yang salah,kita tidak boleh membiarkan dia terlepas dari kesalahan itu,malah sebaliknya kita harus adil,kita peringatkan kesalahannya dan tuntut dia untuk meminta maaf,hal hal kecil seperti ini sudah menunjukkan kita itu mengasihi dan adil kepada keluarga kita . Dalam hal inilah kita dituntut oleh firman Tuhan untuk mengasihi serta Adil,mengubah kehidupan kita dan menjadikan kita Anak kesayangan-Nya.

BERKAT APA SAJAKA YANG KITA TERIMA SEBAGAI ANAK ALLAH?

 [KRISTIANI TEKNIK LINGKUANGAN ITERA] [SABTU, 20 MEI 2023] BERKAT APA SAJAKA YANG KITA TERIMA SEBAGAI ANAK ALLAH?