Jumat, 05 Juni 2020

Pengharapan


Renungan Jumat (ilustrasi) :

Ada sebuah ilustrasi tentang pengharapan. Suatu hari ada tiga batang pohon yang tumbuh besar di tengah hutan. Pohon pertama berkata “ kelak aku ingin menjadi sebuah peti harta karun yang diisi oleh berbagai permata dan emas yang indah sehingga orang-orang akan kagum denganku”.Kemudian pohon kedua berkata “Suatu hari nanti aku ingin menjadi sebuah perahu yang besar da kokoh. Aku akan mengangkut para raja berkeliling dunia sehingga semua orang akan terpesona dan kagum padaku”. Pohon ketiga pun tidak mau kalah dan berkata “aku akan menjadi pohon yang besar dan tinggi. Orang-orang akan berpikir betapa dekatnya aku dengan surga dan Tuhan.

       Setelah beberapa tahun ketiga pohon tersebut akhirnya ditebang. Mereka sangat senang karena harapan mereka akan segera nyata. Pohon yang pertama di bawa ke tukang kayu. Ia sangat senang karena berpikir dia akan dibuat menjadi sebuah kotak harta karun. Namun, apa yang dipikirannya salah. Tukang kayu menjadikannya kotak tempat menaruh makanan ternak dan diletakkan di tempat sebuah kandang hewan. Pohon kedua juga dibawa ke sebuah galangan kapal. Tetapi bukan untuk dijadikan kapal besar melainkan dijadikan perahu nelayan kecil. Ini pun tidak sesuai dengan yang diharapkan.

        Pohon ketiga pun dipotong menjadi potongan kayu besar dan diletakkan begitu saja disebuah gudang gelap. Tahun berganti tahun ketiga pohon itu sudah melupakan harapan mereka. Sampai akhirnya sepasang suami istri datang ke kandang. Perempuan itu melahirkan seorang bayi dan membaringkanNya di atas tumpukan jerami di dalam palungan dari pohon pertama itu. Ya, dialah Yesus harta terbesar sepanjang masa. Bertahun-tahun kemudian perahu nelayan dari pohon kedua tersebut dinaiki oleh sekelompok laki-laki. Di tengah danau ombak dan angina ribut menerjang perahu itu. Tetapi seorang dari mereka berdiri dan berkata “Diam! Tenanglah!. Badai pun akhirnya berhenti.Kemudian sadarlah pohon kedua bahwa Dia telah mengangkut raja segala raja.

        Setelah lama terletak di gudang gelap, orang mengambil pohon ketiga.Ia dipanggul sepanjang jalan dan laki-laki yang memanggul itu dihina dan dianiaya sepanjang jalan. Orang banyak menyalibkan Laki-laki itu pada balok kayu , hingga Ia wafat. Pohon ketiga paham bahwa Ia begitu dekat dengan Tuhan dan surga. Saudara-saudara yang saya kasihi dalam nama Yesus, dari ilustrasi yang telah saudara dengarkan, kita bisa melihat kadang jalan menuju harapan kita tidak seperti yang kita bayangkan. Lihatlah ketiga pohon tersebut mendapatkan apa yang mereka harapkan tetapi dengan cara yang Tuhan tentukan.

       Setiap orang memang berhak berpengharapan, namun bisa saja yang kita harapkan bukanlah yang Tuhan kehendaki. Mungkin yang saudara harapkan adalah yang baik menurut kita, tetapi Tuhan ingin memberikan yang terbaik untuk kita. Tetaplah berpengharapan pada Tuhan dan tekunlah dalam pengharapan itu. Doakan segala cita-cita dan anganmu serta percayalah pada Tuhan. Seperti ayat Alkitab dalam  Efesus 3:20 mengatakan “Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dalam dari kuasa yang bekerja di dalam kita. 

 

Berharaplah dengan segenap hatimu dan doakanlah agar kehendak Allah  nyata dalam hidup kita


Kamis, 04 Juni 2020

Ada Masa Depan


Amsal 23:17-18

 

Amsal 23:17-18 “Janganlah hatimu iri kepada orang-orang yang berdosa, tetapi takutlah akan Tuhan senantiasa. Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang.”

Pernahkah seseorang bertanya kepada Anda, kira-kira 10 tahun dari sekarang apa yang Anda harapkan? Apakah Anda akan berhasil? Apakah keadaan besok lebih baik dari hari ini? Terkadang pertanyaan-pertanyaan tersebut membuat hati kita gelisah, takut bahkan khawatir. Padahal Firman Tuhan menjanjikan kepada kita, anak-anakNya bahwa ada masa depan dan harapan dalam setiap kebenaranNya yang kita percayai dan hidupi.

Banyak sekali orang-orang yang putus asa dan bahkan tidak berani berharap akan masa depannya. Orang-orang ini biasanya hidup dengan mental “yang penting dapat hidup aja sudah bagus.” Tuhan tidak ingin kita hidup tanpa pengharapan. Itu sebabnya Tuhan Yesus mengatakan, “Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu.” Kita percaya Tuhan Yesus hadir di dalam hidup kita untuk menuntun kita kepada kebaikan dan untuk memberikan kita kehidupan yang jauh lebih baik dari kehidupan yang kita jalani dengan cara kita.

Ditengah kondisi yang seperti ini, firman Tuhan menyapa kita agar tetap mempercayai kuasa dan kasih Allah yang bekerja setiap saat. Kita tidak tahu cara kerja Allah seperti apa dalam setiap saat. Kita tidak tahu cara kerja Allah seperti apa dalam setiap diri umat yang percaya pada Allah, tetapi yang pasti Allah kita tidak pernah berubah dari zaman ke zaman (Mazmur 136:1) ” Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik/bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setiaNya.” Seruan bersyukur ini bergema betapa tidak terhitungnya  dalam dan luasnya kasih setia Tuhan dalam hidup kita. Dengan bersyukur mengingatkan kita untuk pemberian Allah dalam hidup kita disetiap keadaan senang ataupun susah dan Tuhan mau untuk kita terus memiliki pengharapan di dalam Dia.

Tuhan memberikan kita kehidupan yang jauh lebih baik

Rabu, 03 Juni 2020

Pengharapan dalam Duka

Lukas 24:13-32

 

Selama masih ada pengharapan, manusia akan bertahan hidup. Bahkan pengharapanlah yang terkadang menjadi satu-satunya alasan orang tidak menyerah menghadapi kesulitan sebesar apapun atau kondisi seberat apapun.

Dalam Lukas 24, dua murid yang sedang bingung dan patah semangat setelah kematian Yesus tidak menyadari bahwa mereka sedang berjalan bersama Guru mereka yang telah bangkit. Mereka bahkan tidak sadar juga di saat Yesus menjelaskan dari Kitab Suci tentang alasan Sang Juruselamat yang dijanjikan itu harus mati dan bangkit kembali. Ketika Dia mengambil dan memecahkan roti, barulah mereka tersadar bahwa itulah Yesus (ay.30-31). Walaupun para pengikut Yesus telah menyaksikan kematian yang paling mengerikan ketika Dia mati, Allah menunjukkan bagaimana mereka dapat kembali memiliki pengharapan melalui kebangkitan Yesus dari antara orang mati.

Seperti kedua murid tersebut, kita mungkin sedang diliputi rasa bingung dan dukacita yang besar. Meski demikian, kita dapat memperoleh pengharapan dan dihibur oleh kenyataan bahwa Yesus hidup dan masih berkarya di tengah dunia ini—dan juga di dalam diri kita. Sepanjang seseorang yakin dan percaya ada jalan keluar atau pertolongan yang datang, sejauh itulah ia tidak akan menyerah.

Kamu yang dipelihara dalam kekuatan Allah karena imanmu dan menantikan keselamatan yang telah tersedia untuk dinyatakan pada zaman akhir. Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan. [1 Petrus 1:5-6]

Selasa, 02 Juni 2020

Pengharapan di Tengah Krisis



(Yohanes 14:6)

 

Pengharapan menjadi aspek penting dalam menjalani roda kehidupan ini. Dengan adanya pengharapan, seseorang akan menjadi kuat dan tenang dalam menghadapi berbagai persoalan hidup.

Ayat Alkitab  Yohanes 14:6 mungkin sudah sangat sering kita dengar.Namun banyak orang menganggap ayat ini mengandung pengertian "dengan modal percaya Yesus saya dapat masuk Surga". Dalam kenyataannya pernyataan ini tidak tepat dan terlalu disederhanakan.

Pada saat saat ini,kita melihat pandemi Covid-19 mempengaruhi seluruh aspek kehidupan. Hal ini mengakibatkan kita pada saat sekarang ini menjadi gelisah atau khawatir akan keadaan yang semakin lama semakin memburuk. Hidup kita seakan akan layaknya kapal dihantam badai yang terombang ambing.

Situasi ini membuat kita harus mengalami kondisi kondisi yang sangat berbeda dari sebelumnya. Kita harus memulai semuanya dari rumah, termasuk ibadah. Walau dengan situasi yang berbeda ini kita harus senantiasa percaya kepada Tuhan Yesus bahwa semua yang terjadi adalah baik dan punya maksud tersendiri. Percaya disini tidak hanya berupa pengetahuan tentang keilahian Yesus, namun percaya disini berbicara tentang sikap hati dan bersandar sepenuhnya kepada Tuhan.

Seperti layaknya bantal ketika kita pakai, bantal yang kita letakkan didekat kita memberi sandaran dan  rasa aman serta kita percaya bahwa bantal tersebut tidak akan mencelakakan kita. Hendaknya kita bersandar kepada Tuhan layaknya bantal yang memberikan sandaran yang baik ketika kita tidur.

Bukan sekedar masuk sorga, percaya disini juga berbicara tentang damai sejahtera yang sementara Yesus menyelesaikannya lewat karya keselamatan, relasi antara Allah dan manusia kembali pulih. Ketika murid murid Yesus gelisah dan tawar hati,Yesus berkata,"Akulah Jalan".Yesus menyediakan hidup yang sejati kepada setiap kita.Hidup yang sejati berbicara tentang hidup yang bersandarkan hal yang kekal, bukan bersifat jasmani.

Mari setiap kita percaya kepada Yesus dengan iman yang teguh dan yakin bahwa setiap hal yang terjadi merupakan rencana Allah.Segala sesuatu yang terjadi akan mendatangkan kebaikan bagi setiap kita (Roma 8:28)


Senin, 01 Juni 2020

Pengharapan Yang Teguh

Ratapan 3:21-26

 

Kitab Ratapan merupakan kitab yang berisi kepedihan hati Nabi Yeremia, kepedihan hati yang menimbulkan ratapan. Kata berharap dapat diartikan dengan menunggu. Orang yang berharap harus mau menunggu, diperlukan sikap mengandalkan Allah. Tuhan Allah yang harus menjadi perhatian utama kita, bukan masalah kita yang menjadi perhatian utama kita. Fokuslah kepada Tuhan yang memberi sukacita, pengharapan dan kekuatan.

Dalam situasi berat, pasti kita merasa takut, cemas dan khawatir akan apa selanjutnya terjadi. Pengharapan dalam Tuhan sangat kita perlukan. Menantikan Tuhan artinya menaruh harapan dan mempercayakan sepenuhnya kepada Tuhan, orang yang menantikan Tuhan akan mendapat kekuatan baru.

Nabi Yeremia turut mengalami kehancuran kota Yerusalem dan menyaksikan penderitaan umat Israel menghadapi kehancuran itu. Namun cara beriman Nabi Yeremia berbeda dari umat Israel. Jika Israel pasrah/putus asa terhadap keadaan dan menganggap kejadian itu sebagai hukuman dari Tuhan. Nabi Yeremia justru berharap kepada Tuhan, mengagungkan Tuhan dan memuji Tuhan. Ia percaya Tuhan adalah baik bagi orag yang berharap kepada-Nya, bagi jiwa yang mencari Dia, tertulis dalam Ratapan 3:25.

Nabi Yeremia memahami jauh lebih baik hidup dalam pengharapan dari pada terus menerus hidup dalam keputusasaan dan kekecewaan. Meskipun kondisi saat itu berada dalam keterpurukan, namun Yeremia mengajak umat tetap melihat ke masa depan yang penuh harapan. Ia mengajak umat untuk tetap berharap dan mencari Tuhan di dalam penderitaan mereka.

Dalam pengharapan kita kuasa Tuhan terus bekerja, dalam hal sesulit apapun, dalam hal sesukar apapun, marilah kita selalu berpengharapan pada Tuhan Yesus. Apapun yang terjadi tetaplah pegang dan percaya pengharapan dalam Tuhan, karena itulah kunci kita menjalani setiap yang terjadi dalam dunia ini. Sesungguhnya, mata Tuhan tertuju kepada mereka yang takut akan Dia, kepada mereka yang berharap akan kasih setiaNya [Mazmur 33:18].

 

BERKAT APA SAJAKA YANG KITA TERIMA SEBAGAI ANAK ALLAH?

 [KRISTIANI TEKNIK LINGKUANGAN ITERA] [SABTU, 20 MEI 2023] BERKAT APA SAJAKA YANG KITA TERIMA SEBAGAI ANAK ALLAH?