Sabtu, 07 November 2020

Tangan yang Berdoa


 

Tangan yang Berdoa

Keluaran 17:11 

“Dan terjadilah, apabila Musa mengangkat tangannya, lebih kuatlah Israel, tetapi apabila ia menurunkan tangannya, lebih kuatlah Amalek.”

 

  Doa adalah senjata kita dalam menjalani kehidupan yang keras dan penuh perjuangan di dunia. Saat keadaan yang kita hadapi berada di luar kemampuan dan saat kenyataan di depan kita sangat mengecewakan, berserulah kepada Tuhan di dalam doa. Kuasa doa dapat mengubah segala sesuatu dan mujizat pasti terjadi jika kita selalu bersandar pada-Nya. Kalau doa kita belum dijawab, bukan berarti Tuhan tidak mendengar atau tidak peduli. Tetap percaya kepada Tuhan karena Dia yang paling tahu apa yang terbaik buat kita.

  Terlebih ketika kita terbeban saat melihat tantangan yang dihadapi oleh orang-orang yang kita kasihi dan mengkhawatirkan situasi mereka yang sepertinya tidak akan berubah, bisa saja kita berpikir bahwa Tuhan tidak akan bertindak. Namun, janganlah kita menganggap rendah kuasa doa, karena Allah kita yang Maha Pengasih mendengar setiap permohonan kita. Kita tidak tahu bagaimana Allah akan bertindak dalam menanggapi permohonan kita. Namun, kita tahu bahwa sebagai Bapa kita, Allah rindu kita mengalami kasih-Nya dan mempercayai kesetiaan-Nya.

  Doa orang yang benar bila dengan yakin didoakan akan sangat besar kuasanya. Jangan pernah berhenti berdoa karena doa dapat mengubah segala sesuatu. Keajaiban terjadi setiap hari dan perubahan terjadi setiap saat, karena itu jangan lelah untuk berdoa. Doa yang sungguh-sungguh dinaikkan mampu membalikkan keadaan, kuasa Tuhan akan turun untuk mengubah segala sesuatu. Marilah kita terus berdoa, bertekun, dan percaya.

Jumat, 06 November 2020

 


Iman dan Doa

Markus 11:24

“Karena itu aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.”

  Doa menjadi hal yang sangat penting dalam kehidupan kristiani. Melalui doa, kita dapat semakin dekat dengan Tuhan. Doa menjadi alat komunikasi yang kita gunakan untuk berbicara dengan Tuhan. Biasanya dalam doa kita selalu memaparkan semua yang kita butuhkan. Tanpa sadar kita mungkin hanya berfokus pada apa yang kita perlukan saja. Tanpa kita sadari dalam doa seringkali kita tidak menanyakan apa yang Tuhan inginkan dalam kehidupan kita ini.

  Disamping itu, kadang kala kita menuntut ketika doa kita tidak dikabulkan. Namun, telah jelas dikatakan dalam matius 11:24 ini bahwa kita harus percaya terlebih dahulu bahwasannya kita telah menerima apa yang kita doakan. Berdoa yang secara tidak langsung kita maknai sebagai rutinitas sering kali membuat kita fokus pada terkabulnya doa kita. Berdoa bukan sekedar perkara meminta dan dikabulkan. Tetapi jauh lebih penting adalah bagaimana iman kita bertumbuh berbarengan dengan semua doa kita.   

  Kita harus percaya bahwa doa yang kita panjatkan telah kita terima. Mungkin kedengaran sulit mempercayai sesuatu yang belum kita lihat secara kasat mata. Tetapi disitulah iman kita bertumbuh, berakar, dan berbuah. Marilah kita belajar dan semakin bertumbuh dalam iman. Semoga Tuhan memberikan kekuatan.

____

✨Blog : https://renungankristentlitera.blogspot.com/

✨ Instagram: https://instagram.com/kristianiteklingitera?igshid=x2u4zsfhe4yp

✨▶️ : Kristiani Teknik Lingkungan ITERA

✨: kristianitlitera7@gmail.com

- Kristiani Teknik Lingkungan ITERA

Kamis, 05 November 2020


Digotong Empat Orang

Markus 2:3

“Ada orang-orang datang membawa kepadaNya seorang lumpuh, digotong oleh empat orang.”

  "No man is an island" adalah sebuah peribahasa yang sudah sering kita dengar. Kalimat ini menggambarkan bahwa tidak ada orang yang sanggup untuk hidup sendirian. Manusia adalah seorang mahluk sosial yang butuh berinteraksi dengan sesama. Ada kisah menarik dari Alkitab yang bisa kita baca. Pada suatu hari, Yesus kembali ke Kapernaum, dan orang ramai berkerumun mendatangi Dia untuk mendengar firman Tuhan. Tempat itu penuh dan sesak hingga tidak ada tempat kosong lagi. Mendadak atap terbuka, dan turunlah seorang lumpuh terbaring di atas tilam yang digotong oleh empat orang. Dan Yesus pun menyembuhkan orang itu. 

  Kisah ini sangat mengharukan melihat bagaimana keempat orang ini berusaha untuk menggotong si orang lumpuh kepada Yesus. Namun, apakah keempat orang ini adalah teman dari si orang lumpuh? Alkitab tidak mengatakan demikian. Yang kita tahu, keempat orang ini mungkin hanya kenalan atau bahkan orang asing, yang juga bersama-sama ingin melihat Yesus, kemudian melihat si orang lumpuh dan dengan kemurahan hati mereka memutuskan untuk membantunya.

  Tidak ada gunanya hidup sombong. Kita harus selalu membina hubungan baik dengan sesama kita. Ada saat dimana kita menolong, ada pula saat kita butuh pertolongan orang lain. Kita tidak akan bisa hidup sendirian. Tuhan Yesus pun mengerti mengenai hal ini. Dia punya dua belas rasul, dan mengutus mereka berdua-dua untuk mewartakan kabar gembira. seperti yang tertulis pada Markus 6:7. Untuk mencapai suatu keberhasilan, kita butuh kerjasama yang baik dengan orang lain. Tidak ada orang yang bisa selalu kuat dan sanggup mengerjakan segala sesuatunya sendirian.

____

✨Blog : https://renungankristentlitera.blogspot.com/

✨ Instagram: https://instagram.com/kristianiteklingitera?igshid=x2u4zsfhe4yp

✨▶️ : Kristiani Teknik Lingkungan ITERA

✨: kristianitlitera7@gmail.com

- Kristiani Teknik Lingkungan ITERA -

Rabu, 04 November 2020

Bagaimana Kamu Menghadap Allah





Bagaimana Kamu Menghadap Allah

                                  1 Timotius 2 : 8

”Oleh karena itu aku ingin, supaya di mana-mana orang laki-laki berdoa dengan menadahkan tangan yang suci, tanpa marah dan tanpa perselisihan.”

  Bangsa Israel di zaman Perjanjian Lama, tidak dapat sembarangan masuk ke tempat kudus. Hanya para imam yang boleh masuk ke tempat kudus. Bahkan hanya Imam Besar yang boleh masuk ke tempat maha kudus di kemah pertemuan maupun di Bait Allah. Ada persyaratan-persyaratan tertentu bagi imam itu yaitu mereka harus menguduskan diri sebelum mereka boleh masuk ke sana dan tidak sembarang orang yang boleh menghadap Tuhan di tempat kudusNya. Namun, saat ini tidak berlaku ketentuan seperti itu.

  Ada beberapa sikap yang harus dimiliki dalam beribadah kepada Allah. Pertama, berdoa dengan ketulusan tidak dengan kebencian. Hampirilah Allah dengan ketulusan, bukan dengan kepura-puraan apalagi kebencian terhadap orang lain. Kedua, berpenampilan sopan dan sederhana. Paulus menekankan agar para wanita menjaga kesopanan dan kesederhanaan penampilan mereka agar penampilan mereka dapat menjadi teladan dan kesaksian yang baik bagi orang-orang di sekitar mereka yang belum percaya. Ketiga, berdiam diri dan patuh dalam menerima ajaran.

  Tuhan mengingatkan bahwa ibadah harus dilakukan dengan ketulusan, tanpa keinginan jahat; berpenampilan yang sopan, tetapi sederhana. Orang-orang yang terlibat dalam pelaksanaan ibadah harus memiliki pemahaman yang benar dan menghormati ordinasi yang telah Tuhan tetapkan sejak awalnya. Lakukanlah ibadah seturut kehendak Tuhan, bukan kehendak atau motivasi pribadi.

____

✨Blog : https://renungankristentlitera.blogspot.com/

✨ Instagram: https://instagram.com/kristianiteklingitera?igshid=x2u4zsfhe4yp

✨▶️ : Kristiani Teknik Lingkungan ITERA

✨: kristianitlitera7@gmail.com

- Kristiani Teknik Lingkungan ITERA - 

Selasa, 03 November 2020

"Ya Abba, Ya Bapa"


Ya Abba ,Ya Bapa

Roma 8:15


“Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu

telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: ‘ya Abba, ya

Bapa!”


Kita pasti pernah mengalami permasalahan yang kita rasa itu sangat sulit .Segalanya menjadi sangat

runyam dan kita tidak tahu lagi apa yang harus dilakukan. Karena keputusasaan bisa jadi kita hanya

bisa terdiam bahkan menangis di kamar.Di tengah keadaan yang berat itu kita berdoa dan meminta

kepada Tuhan dalam roh. Kita beritahukan segala hal yang kita ingin katakan. Semuanya terasa begitu

berat. Kita merasa bahwa kita tidak mempunyai kekuatan dan hanya ketakutan yang menemani di

tengah keadaan yang mencekam itu.


Sewaktu berdoa, tiba tiba ada sesuatu yang memberi ketenangan.Itu adalah sosok Roh Kudus yang

menghibur. Semakin lama kita berdoa, kita semakin dihiburkan. Rasa takut dalam diri mulai hilang

dan digantikan oleh rasa pengharapan. Pikiran kita dimundurkan dan kita mulai mengingat apa yang

telah Tuhan lakukan di masa lampau.Tuhan adalah Bapa dan Ia akan memelihara kita senantiasa.

Kekuatiran menjadi redup seketika itu dan kita merasakan kasih Tuhan mengalir.

Sesungguhnya ketika kita berdoa di dalam roh, kita yakin bahwa kita adalah anak Allah. Kita

bukanlah anak yatim piatu. Kita tidak sendirian karena Tuhan beserta dengan kita. Kita tidak takut

karena Tuhan sendiri yang menolong kita. Jangan lupa bahwa kita masih bisa berdoa. Karena roh

yang kita terima bukanlah roh perbudakan yang membuat kita menjadi takut, tetapi kita telah

menerima Roh yang menjadikan kita anak Allah dengan-Nya kita berseru: “ya Abba, ya Bapa!”

Senin, 02 November 2020

Sepuluh Yang Sempurna


 

Lukas 17:17-18

 

Lukas 17:17-18 (TB)  Lalu Yesus berkata: "Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir? Di manakah yang sembilan orang itu? Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain dari pada orang asing ini?"

Dalam keseharian kita apakah kita pernah membandingkan berkat dan anugerah Tuhan dalam hidup kita dengan hidup orang lain? Melihat mereka lebih pandai, lebih kaya atau lebih banyak teman padahal dia adalah seorang yang jahat atau sering melukai perasaan orang lain? Merasa Tuhan tidak adil dalam hidup kita padahal kita selalu berdoa sama Tuhan, sering pelayanan dan lain sebagainya. Mengapa Tuhan mengasihi dan  memberkati mereka-mereka yang  tidak mengasihi-Nya? Suatu hari nanti kita akan mengerti betapa dalam kasih-Nya, tetapi untuk saat ini, kejanggalan ini membingungkan kita. Saat ini, Tuhan menginginkan kita untuk mengasihi sama seperti Ia juga mengasihi. Nah, sikap ini adalah sikap yang seharusnya mulai perlahan dihilangkan karena anugerah Tuhan bukan hanya soal materi yang nampak namun berkat Tuhan dapat dilihat dari berbagai hal lainnya

Dengarkanlah  Tuhan Yesus kita sewaktu Ia berkata, Matius 5:44 (TB)  Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar”. Tugas kita sebagai anak Tuhan yang baik adalah selalu mengucap syukur atas apa yang telah terjadi dalam hidup kita, tidak membandingkan berkat yang Tuhan berikan dalam hidup kita. Selalu dengar-dengaran akan firman Tuhan yang hidup agar dapat menjadikan hidup kita menjadi alat kemuliaan bagi nama-Nya. Semua akan indah pada waktu-Nya. Tuhan Yesus memberkati

Minggu, 01 November 2020

Jangan Berteduh di Bawah Naungan Mesir


 


“Celakalah anak-anak pemberontak, demikianlah firman TUHAN, yang melaksanakan suatu rancangan yang bukan dari pada-Ku, yang memasuki suatu persekutuan, yang bukan oleh dorongan Roh-Ku, sehingga dosa mereka bertambah-tambah, yang berangkat ke Mesir dengan tidak meminta keputusan-Ku, untuk berlindung pada Firaun dan untuk berteduh di bawah naungan Mesir.” (Yesaya 30:1-2)

    Hizkia, Raja Yehuda mengirim utusan-utusannya ke Mesir dengan maksud untuk membentuk sebuah persekutuan untuk mengalahkan Negeri Asyur. Walaupun Hizkia takut akan Allah dan telah melihat sendiri kasih karunia Allah, ia mengabaikan tuntunan Tuhan dan terlebih dulu meminta pertolongan Firaun ketika ia melihat kekuatan Asyur. Tindakan yang dilakukan Raja Hizkia memperlihatkan sebuah kecenderungan manusia untuk menyandarkan diri pada hal-hal kasat mata di dunia ini ketimbang Allah. Dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, dengan mudah kita mulai “berteduh di bawah naungan Mesir”. 

    Terkadang, kita bergantung pada keinginan dan kehendak kita sendiri dan berjalan dengan mata, tidak dengan iman. Contohnya, ketika kita jatuh sakit, kita seringkali memilih untuk menaruh harapan kita pada obat-obatan modern, mencari dokter-dokter terbaik, namun menaruh iman dan pengharapan kita pada Tuhan di urutan kesekian. Atau seringkali saat kita mengalami kesusahan kita baru akan mengenal Tuhan dan ketika kita sedang bahagia, sekalipun kita tak mengingat Tuhan.

    Sekarang ini, kita perlu belajar untuk beriman, bahwa satu Tuhan yang sejati akan melakukan hal yang terbaik bagi kita. Kita harus ingat bahwa hal-hal kasat mata di dunia ini, kesenangan duniawi ini hanyalah sementara saja. 


Hanya Allah saja yang kekal, maha tahu, maha kuasa, dan maha ada.

Sepatutnya kita tidak mengabaikan tuntunan Allah dan melakukan segala hal sekehendak kita sendiri, seperti yang dilakukan Raja Hizkia. Mari kita belajar dari petunjuk yang ditulis dalam Amsal 3:5-8 “Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu. Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak, takutlah akan TUHAN dan jauhilah kejahatan; itulah yang akan menyembuhkan tubuhmu dan menyegarkan tulang-tulangmu.”


- Kristiani Teknik Lingkungan ITERA -

BERKAT APA SAJAKA YANG KITA TERIMA SEBAGAI ANAK ALLAH?

 [KRISTIANI TEKNIK LINGKUANGAN ITERA] [SABTU, 20 MEI 2023] BERKAT APA SAJAKA YANG KITA TERIMA SEBAGAI ANAK ALLAH?