Senin, 31 Agustus 2020

Serial Tokoh Alkitab Gideon

    Gideon adalah orang biasa. Kisah hidupnya yang tertulis dalam kitab Hakim-Hakim 6 telah menginspirasi banyak orang. Gideon adalah seorang petani dan mempunyai sifat pemalu. Ia juga disebutkan dalam Surat Ibrani sebagai contoh orang beriman. Gideon adalah anak Yoas, dari bani Abiezer dari suku Manasye. Nama Gideon berarti "Si Penghancur", "Pahlawan perkasa" atau "Penebang (pohon)".

    Seperti halnya pola di dalam Kitab Hakim-hakim, bangsa Israel kembali berpaling dari Allah setelah masa damai selama 40 tahun yang dihasilkan oleh kemenangan Debora atas Kanaan dan dibiarkan diserang oleh suku bangsa Midian dan Amalek yang tinggal di sekitarnya. Ketika Allah memanggilnya untuk membebaskan umat Israel dari bangsa Midian, reaksi pertama Gideon adalah, “Ah Tuhanku, dengan apakah akan kuselamatkan orang Israel? Ketahuilah, kaumku adalah yang paling kecil di antara suku Manasye dan akupun seorang yang paling muda di antara kaum keluargaku” (Hak. 6:15). Allah berjanji bahwa Dia akan menyertai Gideon dan memampukannya untuk menyelesaikan tugas yang diberikan kepadanya (ay.16). Ketaatan Gideon membawa kemenangan bagi Israel, dan ia pun terdaftar sebagai salah satu pahlawan iman yang agung (Ibr. 11:32).

    Gideon juga dikenal sebagai Yerubaal, adalah seorang hakim yang muncul dalam Kitab Hakim-hakim, di dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. Kisahnya terdapat dalam Hakim-hakim 6-8. Ia juga disebutkan dalam Surat Ibrani sebagai contoh orang beriman. 

    Kisah panjang mengenai Gideon ini mengumpulkan berbagai tradisi yang berasal dari suku Manasye. Penyusun kitab Hakim menemukan tradisi-tradisi itu sudah dipersatukan, lalu menyadurnya sedikit. Ada beberapa tradisi mengenai tindakan-tindakan kemiliteran yang dilakukan Gideon melawan orang Midian, baik di wilayah bangsa Israel maupun di luar daerah seberang sungai Yordan. Pada tradisi-tradisi tersebut ditambah tradisi-tradisi lain yang bersangkutan dengan ibadah, yaitu tentang sebuah mezbah di Ofra yang disahkan, tentang sebuah mezbah guna dewa baal dan tentang tanda guntingan bulu domba. Cerita-cerita itu cukup penting oleh karena memperlihatkan kemerosotan agama di Israel yang disebabkan kenyataan bahwa orang Israel mulai menetap di negeri Kanaan dan berkenalan dengan ibadah setempat kepada dewa baal; cerita-cerita itupun memperlihatkan kekacauan di bidang politik yang menyatakan diri dalam ditawarkannya jabatan raja kepada Gideon dan dalam pengalaman yang menyedihkan dengan raja Abimelekh.

    Pada awal kisah Gideon bangsa Israel melakukan apa yang jahat di mata Tuhan, mereka melupakan perbuatan gagah perkasa Tuhan yang telah menyertai umat-Nya dan menyembah dewa baal , sehingga Tuhan membiarkan bangsa ini ke tangan musuh yaitu orang Midian selama 7 tahun. Orang Midian ini berkuasa atas bangsa Israel dan memusnahkan hasil tanah bangsa Israel, sehingga mereka melarat. Dalam kemiskinan dan penindasan ini bangsa Israel berseru kepada Tuhan. Tuhan memilih Gideon seorang anak muda sederhana anak Yoas orang Abiezer, suku Manasye lewat seorang malaikat yang datang kepadanya di bawah pohon tarbantin di Ofra ketika Gideon sedang mengirik gandum dalam tempat pemerasan anggur agar tersembunyi bagi orang Midian. Malaikat itu berkata “TUHAN menyertai engkau, ya pahlawan yang gagah berani.” (hakim – hakim 6 : 12). Gideon awalnya tidak yakin dengan dirinya dan perintah Allah, karena itu ia meminta bukti tentang kehendak Allah lewat sebuah mujizat

Minggu, 30 Agustus 2020

Tepat Pada Waktunya

 

Yesaya 40:25-31

"Tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah." (Yesaya 40:31)

    Tentu hampir semua dari kita merasakan bahwa menunggu adalah hal yang sangat membosankan. Terlebih jikalau kita memiliki kesibukan atau ada sesuatu hal yang harus dikerjakan. Terkadang rasanya waktu berjalan sangat cepat, tetapi kalau kita menunggu tanpa ada sesuatu yang dikerjakan akan terasa lama dan sangat membosankan.  Dalam situasi ini mudah sekali sikap kita berubah menjadi menggerutu, mengeluh,dan bersungut-sungut karena tak sabar.

    Hal ini juga terjadi pada saat kita menanti datangnya jawaban doa dari Tuhan. Seringkali kita merasa tidak sabar, menyerah di tengah jalan dan berhenti berharap, karena mata jasmani kita belum melihat secara nyata jawaban doa tersebut.  Padahal sesungguhnya Tuhan telah mempersiapkan berkat yang kita perlukan, hanya waktunya belum tiba, sebab Tuhan lebih tahu kapan waktu yang terbaik untuk menjawab doa-doa kita.  Saat-saat menunggu inilah saat yang berbahaya dan merupakan ujian bagi seseorang.  

    Ketidaksabaran dalam menunggu jawaban seringkali membuat seseorang menempuh jalan pintas, mencari jalan keluar untuk masalahnya dengan mengandalkan kekuatan sendiri.  Ketidaksabaran dalam menanti-nantikan Tuhan inilah yang justru menjadi penghambat berkat baginya sendiri.  Mungkin saat menempuh jalan pintas kita mendapatkan apa yang kita perlukan, tapi seringkali apa yang kita peroleh malah menimbulkan masalah yang baru bagi kita,  "Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya."  (Amsal 10:22).

    Oleh sebab itu, bersabarlah dan tetaplah menantikan Tuhan!  Sebab waktu kita bukanlah waktu Tuhan.  Pertolongan dan jawaban dari Tuhan itu tidak pernah terlambat dan juga tidak terlalu cepat.  Mungkin kita berpikir bahwa Tuhan terlambat dalam bertindak, tapi sesungguhnya tidak demikian, hanya kita saja yang terburu-buru, tidak sabar menanti-nantikan Tuhan.  Jangan sekali-kali bertindak mendahului kehendak Tuhan, tapi nantikanlah Dia dengan sabar karena semua akan tepat dan indah pada waktunya.

 

Waktu Tuhan indah sesuai rencana-Nya.

Sabtu, 29 Agustus 2020

Menanti Indahnya Waktu Tuhan

 

Mikha 7 : 7 

Tetapi aku ini akan menunggu-nunggu TUHAN, akan mengharapkan Allah yang menyelamatkan aku; Allahku akan mendengarkan aku!

    Dalam melewati setiap pergumulan, setiap orang mengharapkan penyelesaian yang instan. Tetapi seringkali Tuhan membawa kita melalui sebuah proses yang tidak instan. Pada akhirnya muncul pertanyaan di benak kita, mengapa Tuhan tidak kunjung menjawab setiap doa yang kita panjatkan?

    Kita harus paham bahwa untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya. Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk meninggal, ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa, ada waktu untuk meratap, ada juga waktu untuk menari. Mungkin terkadang Tuhan ingin menguji iman dan kesetiaan kita agar kita menjadi pribadi yang lebih sabar dan percaya akan rancangan yang sedang Tuhan persiapkan.

    Tuhan mempunyai  rencana dan tujuan karena semuanya yang terjadi  di  dalam  kehidupan membutuhkan waktu. Untuk itu, kita harus menunggu agar Tuhan menyediakan akan kebutuhan dan harapan yang kita minta. Kita harus sabar dan tidak menyerah akan pengharapan kita. Tuhan peduli dan mengerti apa yang kita butuhkan. Tuhan juga mempunyai rencana di dalam kehidupan kita.

    Kita bisa saja berencana, tapi segala sesuatu sudah Tuhan atur dan dipersiapkan seindah mungkin bagi setiap kita. Percayalah bukan waktu kita yang terbaik bagi kita, tapi waktu Tuhan yang akan bekerja dan itulah yang terbaik menurut cara Tuhan.

 

Sabar dan percaya menanti indahnya waktu Tuhan.

Jumat, 28 Agustus 2020

Tuhan Membuat Segala Sesuatu Indah Pada Waktunya

 

Pengkhotbah 3 : 11

    Manusia biasanya selalu membuat rencana-rencana dalam kehidupannya. Contoh kecilnya aja merencanakan keuangan agar lebih hemat. Namun jauh dari itu manusia juga punya banyak rencana terutama untuk masa depan. Seseorang sering berkata aku akan seperti ini tahun depan. Atau akan sukses 5 tahaun lagi. Tidak ada yang salah dengan rencana indah yang disusun oleh manusia. Tetapi perlu diketahui bahwa tidak semua yang kita rencanakan adalah yang terbaik untuk kita menurut Tuhan. Bisa aja apa yang telah kita susun dengan baik adalah hal yang akan berdampak buruk bagi kita.

    Saul menduduki posisi sebagai raja tidak begitu lama karena dia tidak memahami waktu Tuhan. Dia hanya mengandalkan pemikirannya sendiri. Dia merencanakan apa yang menurutnya benar. Padahal sikap yang selalu mengandalkan rencana sendiri itu membawanya kepada kebinasaan. Orang israel sewaktu keluar dari tanah mesir juga bersungut-sungut karena tidak betul-betul memahami rencana Tuhan.Tetapi lain halnya dengan keluarga abraham yang patuh dan mengerti rencana Tuhan. Bahkan dia mau pergi ke suatu tempat yang tidak diketahui apa yang akan ditemukannya disana. Bhkan dia tidak tau nama tempat yang akan dia tuju. Tetapi dia yakinkan semua pada Tuhan. Dia yakin waktu Tuhan itu yang terbaik. Begitu juga dengan janji Tuhan untuk memberikan dia keturunan. Sesuatu yang mustahil jika dipikirkan secara manusiawi. Tetapi bagi Tuhan tidak ada yang mustahil

    Nah, itulah yang sering terjadi dalam hidup kita. Kadang kita akan sangat kecewa ketika apa yang kita rencanakan bukanlah apa yang terjadi. Hal ini juga sering kali menjadi alasan kita untuk berbalik dari Tuhan. Tapi satu hal yang perlu kita pahami “ rencana Tuhan kadang bukannlah yang kita inginkan tetapi rencana Tuhan adalah yang terbaik”. Bukan tidak baik kalo kita membuat rencana, tetapi yang penting dari sebuah rencana adalah andalkan Tuhan. Ketika tidak sesuai dengan yang kita mau, berdoalah tanyakan pada Tuhan apa yang sebenarnya Tuhan ingin saya perbuat dalam hidup ini. Jangan langsung merasa gagal. Tuhan itu dahsyat bahkan sangat luar biasa. Tuhan akan selalu memelihara anak-anakNya.

 

Tetaplah berpengharapan pada Tuhan dan Andalkan Tuhan dalam setiap musim hidupmu

Kamis, 27 Agustus 2020

Bukan waktuku tapi waktuNya

 

Yesaya 40 : 31 

"Tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah." 

    Tuhan kita adalah Tuhan yang berkuasa atas segalanya, termasuk atas waktu. Ia menentukan waktu yang terbaik bagi kita. WaktuNya adalah waktu yang terbaik. Alkitab mengatakan bahwa Tuhan membuat segala sesuatu indah pada waktunya ( Pengkhotbah 3 : 11a). Tetapi seringkali manusia tidak mengerti akan waktu Tuhan ini. Manusia tidak dapat menyelami apa yang Allah lakukan dari awal hingga akhir (Pengkhotbah 3 : 11b).

    Jika saat ini kita sedang berdoa memohon sesuatu kepada Tuhan tetapi doa kita sepertinya  belum dijawab-jawab oleh Tuhan, mungkin saja memang karena apa yang kita minta tersebut belum waktunya kita terima. Ketika waktu Tuhan sudah tepat, maka kita akan menerima apa yang kita minta, jika kita tidak menjadi lemah. Jangan sampai ketika Tuhan akan memberikan jawaban atas doa kita, saat itu juga kita berhenti berdoa, karena kita menyangka bahwa doa kita tidak didengar oleh Tuhan, padahal mungkin memang waktu Tuhan yang belum tiba.

    Dalam banyak hal, kita harus menyadari bahwa kekuatan kita terbatas. Ambil waktu yang terbaik untuk bersaat teduh. Disiplinkan diri kita untuk melakukannya setiap hari. Berdoa, merenungkan firman Tuhan, memuji, menyembah dan berdiam menanti-nantikan Tuhan. Niscaya Tuhan akan membangkitkan kekuatan-Nya dalam diri kita. Dengan kekuatan Tuhan dalam diri kita, kita akan meraih impian-impian kita. Ingat bahwa waktu Tuhan itu selalu tepat. PertolonganNya tidak pernah terlambat sedetik pun. Permasalahannya, seberapa yakin kita akan waktu Tuhan yang selalu tepat bagi kita?

 

"Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya,"  Pengkhotbah 3:11

Rabu, 26 Agustus 2020

Yakin dengan Waktu Tuhan

 

Yakobus 4:15

Sebenarnya kamu harus berkata: “Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu.”

    

Percaya kepada cara dan waktu Tuhan bukanlah hal yang mudah di dalam kehidupan kita. Apa lagi bila keadaan yang kita hadapi sangat genting dan kritis. Kita inginkan supaya semuanya cepat teratasi dan perlu berlama-lama. Itulah sifat kedagingan dan kemanusiaan kita.

    Ada berbagai macam persoalan dalam hidup, yang membuat kita bertanya, kapan waktunya saya dipulihkan? Kapan saya diberkati Tuhan? Kita selalu bertanya kepada Tuhan tapi kita tidak pernah bertanya pada diri kita sendiri kapan kita mengasihi Tuhan. Kita tidak akan bisa mengubah waktu-Nya Tuhan untuk kehidupan kita menjadi lebih baik kalau kita tidak pernah memiliki kasih itu.

    Kejatuhan manusia dalam dosa tidak serta merta menghilangkan kasih Allah kepada manusia, tetapi Allah merancangkan keselamatan manusia secara besar-besaran melalui Yesus. Yohanes 3:16 katakan; Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal.

    Belajarlah untuk mempercayai metode dan waktu Tuhan dalam mendidik umat-Nya. Ketika kita perlu dengan sabar menantikan Tuhan bertindak, pertama pandanglah kepada-Nya dan terus berpegang teguh kepada janji-janji-Nya. Kemudian istirahatlah di dalam pemeliharaan-Nya. Ia tahu semua situasi yang terjadi. Yakinlah akan Firman-Nya. Tuhan akan bertindak dengan cara dan waktu-Nya. Percayalah semua akan indah pada waktu-Nya. Terpujilah Tuhan, Bapa yang kekal di dalam Tuhan Yesus Kristus.

 

Allah punya waktu untuk melaksanakan kehendak-Nya dan menggenapi Firman-Nya

 

Selasa, 25 Agustus 2020

Perihal Doa dan Kesiapan Hati

 

Matius 21 : 22 

“Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya.”

Kita pengikut Kristus tidak boleh menaikkan “doa basa-basi” yakni kita meminta sesuatu dalam doa namun kita tidak peduli Tuhan mendengar dan menjawab doa itu atau tidak. Tuhan menghendaki kita pengikut-Nya berdoa dengan penuh kepercayaan, yakin penuh, tidak bimbang sedikit pun.Segala hal yang menghalangi kita berdoa seperti itu harus kita hilangkan sehingga tidak ada kebimbangan bahwa apa yang kita doakan dan cara kita mendoakannya sepenuhnya berkenan kepada Tuhan.Kebimbangan akan muncul ketika kita tidak hidup berkenan kepada Allah dan tidak sungguh-sungguh berusaha untuk mengerti kehendak Allah.

  Karena itu kita harus selalu tekun melakukan segala perintah Kristus dengan kekuatan dari dan dengan dipimpin oleh Roh Kudus.Dengan demikian maka pikiran, perasaan dan kehendak kita secara berangsur-angsur berubah menuju keserupaan dengan pikiran, perasaan dan kehendak Kristus.Percaya senantiasa bahwa janji dan waktu Tuhan itu tidak terselami oleh pikiran manusia.Ada saatnya ketika kita menginginkan sesuatu namun hal tersebut belum terwujud.Namun kita harus senantiasa percaya bahwa Tuhan berdaulat dan memiliki rancangan yang tentunya mendatangkan kebaikan.

  Roh Kudus akan menolong kita berdoa sesuai kehendak Tuhan dan untuk kemuliaan-Nya dan kita akan menerima jawaban atas doa kita itu pada waktu Tuhan dengan cara Tuhan.Kita akan lebih sungguh-sungguh lagi dan dengan lebih bersemangat melakukan segala perintah Tuhan karena kita mempunyai Tuhan yang hidup dan yang menjawab doa.

 

Tuhan Memiliki Cara dan Waktu Spesial Dalam Menjawab Doa Kita

BERKAT APA SAJAKA YANG KITA TERIMA SEBAGAI ANAK ALLAH?

 [KRISTIANI TEKNIK LINGKUANGAN ITERA] [SABTU, 20 MEI 2023] BERKAT APA SAJAKA YANG KITA TERIMA SEBAGAI ANAK ALLAH?